Tampilkan postingan dengan label Formula E. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Formula E. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 November 2015

Putrajaya ePrix Preview


Sixth Gear - After the opening round in Beijing, Formula E returns this weekend in Putrajaya, a city which located 30 km south of Kuala Lumpur.

This circuit have medium character: 2 long straights at the start and twisty corners in the second half, especially on turn 10 which that is hairpin. And the track little bit tricky because of elevation level which changed in some section on the circuit. Putrajaya was right-handed because there are more right corners than left corners.

Meanwhile, Buemi come to Putrajaya as championship leader after made hattrick in Beijing - pole, win and fastest lap.

-Circuit and Details-

Length: 2560 m
Corners: 12 (8 right, 4 left)
Number of laps: 33 laps
2014 race winners: Sam Bird (Great Britain/Virgin)
2014 pole sitter: Oriol Servia (Spain/Dragon Racing)

-Timetable-
07:45-09:00 FP 
10:00-10:06 Qualifying Group 1
10:10-10:16 Qualifying Group 2
10:20-10:26 Qualifying Group 3
10:30-10:36 Qualifying Group 4
10:45-11:00 Super Pole
14:00 Race


All times are local.

Jumat, 23 Oktober 2015

Preview Formula E – Beijing ePrix



Sixth Gear – The show goes on. Usai melakoni musim pertama yang fantastis dimana Nelson Piquet Jr. (Brazil/NextEV TCR) keluar sebagai juara Formula E musim pertama, Formula E memulai musim baru akhir pekan ini di Beijing, ibukota Tiongkok. Sama seperti musim lalu dimana Beijing ditunjuk sebagai seri pembuka Formula E, balapan di Beijing nanti tetap berlangsung di jalanan sekitar taman Olimpiade Musim Panas 2008.

Sirkuit yang memiliki 17 tikungan ini memiliki sejumlah tikungan dengan sudut tikung sebesar 90 derajat dan chicane (tikungan S). Dari segi layout sendiri sirkuit ini cukup menantang bagi pembalap, selain tikungannya yang menuntut keahlian pembalap, pembalap juga dituntut ekstra hati-hati karena minimnya run-off area disini. Sedikit saja mereka melakukan kesalahan, konsekuensinya adalah menabrak pagar atau menimbulkan kecelakaan pembalap. Tak hanya itu, sausage kerb juga bisa jadi jebakan karena bentuknya yang cembung. Sekali saja mereka menginjaknya, tak hanya mobil bisa terbang, bisa saja merusak suspensi mobil.

-Circuit and Details-



Panjang: 3,439 km
Jumlah tikungan: 17 (6 kanan/11 kiri)
Jumlah lap: 26 lap
Podium 2014/15:
1.      Lucas Di Grassi (Brazil/Audi Sport Abt)
2.       Franck Montagny (Prancis/Andretti Autosport)
3.       Sam Bird (Britania Raya/Virgin Racing)
Pole Position 2014/15:
Nicolas Prost (Prancis/e.DAMS Renault) 1:42.200
Fastest Lap 2014/15:
Takuma Sato (Jepang/Amlin Aguri) 1:45.101 

 -Timetable-
08:15-09:00 FP1
10:30-11:00 FP2
12:00-12:06 QP Group 1
12:10-12:16 QP Group 2
12:20-12:26 QP Group 3
12:30-12:36 QP Group 4
12:45-13:00 Super Pole
16:00 Race
Semua waktu diatas dalam waktu Indonesia barat

-2015/16 Teams and Drivers-
 Abt Schaeffler Audi Sport (License: Germany)
Team Principal: Hans-Juergen Abt
Chassis: ABT Schaeffler FE01
Drivers: #11 - Lucas Di Grassi (Brazil), #66 - Daniel Abt (Germany)
 Andretti Formula E Team (USA)
Team Principal: J.F.Thorman, Robert Griffiths
Chassis: Andretti ATEC-01
Drivers: #28 - Simona de Silvestro (Switzerland), #27 - Robin Frijns (Nederland)
Dragon Racing (USA)
Team Principal: Jay Penske
Chassis: VM200-FE-01
Drivers: #7 - Jerome D’Ambrosio (Belgium), #6 - Loic Duval (France)
DS Virgin Racing Formula E Team (Great Britain)
Team Pricipal: Alex Tai
Chassis: Virgin Racing Engineering DSV-01
Drivers: #2 – Sam Bird (Great Britain), #25 - Jean Eric-Vergne (France)
Renault e.DAMS (France)
Team Principal: Jean-Paul Driot, Alain Prost
Chassis: Renault Z.E 15
Drivers: #8 – Nicolas Prost (France), #9 – Sebastian Buemi (Switzerland)
Mahindra Racing Formula E Team (India)
Team Principal: Dilbagh Gill 
Chassis: Mahindra M2ELECTRO
Drivers: #21 – Bruno Senna (Brazil), #23 – Nick Heidfeld (Germany)
NEXTEV TCR Formula E Team (China)
Team Principal: Yu Liu
Chassis: NEXTEV TCR FormulaE 001
Drivers: #1 – Nelson Piquet Jr. (Brazil), #88 - Oliver Turvey (Great Britain)
Team Aguri (Japan)
Team Principal: Mark Preston
Chassis: SRT01-e
Drivers: #55 - Antonio Felix da Costa (Portugal), #77 - Nathanael Berthon (France)
Trulli Formula E Team (Switzerland)
Team Principal: Lucio Cavuto
Chassis: Motomatica JT-01
Drivers: #10 - Vitantonio Liuzzi (Italy), #18 - Salvador Duran (Mexico)
Venturi Formula E Team (Nederland)
Team Principal: Gildo Pallanca Pastor
Chassis: Venturi VM-200-FE-01
Drivers: #4 - Sthepane Sarrazin (France), #12 - Jacques Villeneuve (Canada)

Keterangan: Yang bercetak tebal berarti debutan,dan yang bercetak miring berarti pembalap wanita.

Sumber: fiaformulae.com

Jumat, 28 Agustus 2015

Wajah Anyar dalam Tes Pramusim Formula E (3/3)

Sixth Gear - Tes pramusim terakhir Formula E berlangsung pada 24-25 Agustus, dan sama seperti 4 hari tes sebelumnya, muncul dua wajah baru, yaitu juara FR 3.5 musim 2012, Robin Frijns dan pembalap asal Monako yang kini berkiprah di IndyCar, Stefano Coletti.



1. Robin Frijns

Lahir di Maastricht, Belanda, pada 7 Agustus 1991, Frijns pernah menjuarai FR 3.5 saat ia melakoni debutnya di tahun yang sama (2012). Setahun kemudian ia tampil di GP2 memperkuat Hilmer Motorsport namun hanya bertahan separuh musim. Frijns sempat menjadi test driver untuk Caterham F1 Team dan Sauber. Sekarang ia berlaga di Blancpain Sprint Series. Pada tes pramusim Formula E ia memperkuat Andretti.






2. Stefano Coletti

Lahir 6 April 1989, Coletti saat ini berlaga di IndyCar bersama tim KV Racing. Sebelumnya ia tergolong "dedengkot" di GP2 karena ia berkiprah di ajang tersebut mulai tahun 2009 hingga 2014. Ia sempat jadi kandidar juara GP2 musim 2013 namun sayang performanya buruk di paruh kedua musim. Dalam tes pramusim Formula E, ia memperkuat tim Aguri.



Itulah 6 pembalap yang pertama kalinya menjajal mobil Formula E. Menarik untuk disimak apakah mereka juga ikut musim kedua Formula E yang dimulai 50 hari lagi di Beijing.

Wajah Anyar dalam Tes Pramusim Formula E (2/3)

Sixth Gear - Menyambung post sebelumnya, kali ini dalam tes pramusim kedua Formula E pada tanggal 17-18 Agustus 2015 kemarin diwarnai dengan kehadiran dua pembalap asal Prancis, yakni Nathanael Berthon dan Nicolas Lapierre.



1. Nathanael Berthon

Lahir di Romagnat, Prancis pada 1 Juli 1989, Berthon kini berkompetisi di GP2 Series bersama tim Daiko Team Lazarus. Sebelumnya ia pernah bergabung dengan tim Racing Engineering dan Trident. Berthon juga sempat berlaga dalam Le Mans 24 Jam. Dalam tes pramusim Formula E, ia bergabung dengan tim Aguri.
2. Nicolas Lapierre

Lahir di Thonon-les-Bains pada 2 April 1984, Ia sempat berkompetisi di tiga musim pertama GP2. Selain itu, ia pernah menjuarai ajang balap mobil antar bangsa, A1 Grand Prix pada musim 2005/06. Sama seperti Berthon, ia juga ikut tampil dalam Le Mans 24 Jam sejak 2007. Dalam tes pramusim Formula E, ia memperkuat tim yang sama dengan Berthon.

Kamis, 20 Agustus 2015

Wajah Anyar dalam Tes Pramusim Formula E (1/3)



Sebelum memasuki musim kedua, Formula E mengadakan tes pramusim mulai 10 Agustus dan berlangsung di sirkuit Donington Park, Inggris. Untuk dua hari pertama (10-11/8) ini selain pembalap yang juga tampil dalam musim pembuka, ada juga pembalap yang untuk kali pertama menjajal mobil Formula E, yaitu jurdun F1 musim 1997, Jacques Villeneuve dan Tom Dillmann yang kini berlaga di FR 3.5. Berikut profil singkat keduanya.

Jacques Villeneuve



Jacques Villeneuve (lahir di St-Jean-sur-RichelieuKanada9 April 1971; umur 44 tahun) adalah pembalap Formula 1 yang merebut gelar juara dunia 1997 bersama Williams. Pada tahun 2006 ia memperkuat BMW-Sauber. Ia secara tiba-tiba mengundurkan diri dari F1 pada GP Hungaria 2006 dan digantikan oleh Robert Kubica. Dalam tes pramusim ia bergabung dengan tim Venturi Formula E, tim yang berbasis di Monako yang dimiliki aktor kondang Leonardo DiCaprio.




Tom Dillmann

Lahir pada 6 April 1989 di Mulhouse, Prancis, ia telah kenyang pengalaman di ajang single seater. Tandem Sean Gelael di ajang FR 3.5 musim ini sudah mengikuti sejumlah ajang single-seater mulai dari Formula Renault 1600 Junior Belgia hingga pernah menjuarai F3 Jerman pada tahun 2010. Dalam tes pramusim kali ini ia bergabung dengan tim Aguri.

Minggu, 12 Juli 2015

Formula E vs Formula Lightning, Lebih Banter Mana?


Mobil Formula Lightning

Formula Lightning adalah balap formula jenis single-seater open wheel dimana mobil yang digunakan berbahan bakar listrik. Sebaliknya tidak diketahui publik, ajang ini diadakan untuk Sekolah Tinggi tim mahasiswa Teknik dimana mereka membangun dan merancang kendaraan ini yang mampu mencapai kecepatan hingga 143 mph (230 km / jam) dan berkompetisi di kedua trek balap jenis oval dan tentu saja jalan.

Setiap peserta Formula Lightning membeli chassis yang identik, lalu mereka merancang dan membangun sistem penggerak listrik untuk kendaraan mereka. Tidak ada perubahan diperbolehkan dalam desain chassis tanpa persetujuan Formula Lightning Owners Association. Hal ini memastikan tim mahasiswa bisa berkonsentrasi pada drive listrik tanpa perlu merancang komponen chassis mekanik khusus.

Kejuaraan ini pertama kali bergulir pada tahun 1994 di Grand Prix of Cleveland CART dan sejak itu telah berpartisipasi di tempat-tempat di seluruh Amerika Serikat. Final balapan resmi diadakan pada bulan Oktober 2004 di Mid-Ohio Sports Car Course.

Ohio State University adalah universitas yang paling sering juara.


NEXTEV TCR - #99 (Nelson Piquet Jr.) saat tampil di Long Beach ePrix
sumber: fiaformulae.com

Sedangkan Formula E, merupakan ajang balap mobil single-seater yang dibackup oleh FIA yang baru saja menyelesaikan musim pertamanya, dimana musim perdana Formula E terdiri dari 10 seri dan berlangsung di 9 kota di dunia (Beijing, Putrajaya, Punta del Este, Buenos Aires, Miami, Long Beach, Monako, Berlin, Moskow, dan London).

Mobil yang digunakan pada ajang Formula E adalah Spark-Renault SRT_01E. Menurut website resmi Formula E, SRT_01E ini hanya sanggup berlari hingga 225 km/h.

Cuma selisih 5 km/h.