Tampilkan postingan dengan label Open Wheel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Open Wheel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2016

Preview GP2 Series 2016 Rd. 7 (Hockenheim, Jerman)



Sixth Gear - Balapan GP2 Series 2016 memasuki seri ketujuh akhir pekan ini di sirkuit Hockenheimring, Baden-Wurttemberg, Jerman. Seri ketujuh ini merupakan balapan terakhir sebelum jeda musim panas yang berlangsung selama 3 minggu, terhitung usai GP Jerman hingga menjelang GP Belgia akhir Agustus mendatang.

Tahun 2014 menjadi kali terakhir GP2 dihelat di Hockenheim dan bertepatan dengan balapan ke-200 GP2 pada feature race dua tahun yang lalu. Berbicara mengenai sirkuit, Hockenheim sendiri merupakan sirkuit yang cepat namun ada titik paling lambat di sirkuit ini, tepatnya hairpin T6. Terdapat 2 zona DRS di Hockenheim: pertama terletak usai T1 menuju T2, dan kedua sebelum T6, dengan awal aktivasi pada exit T4.

Pierre Gasly masih memimpin puncak klasmen dan pembalap binaan Red Bull tersebut membawa modal positif usai memenangi feature race GP Hungaria.

-Circuit Guide, Race Details, Facts-
Panjang: 4,574 km
Jumlah tikungan: 17
Jumlah lap (jarak lomba):
Feature Race: 38 lap (173.812 km)
Sprint Race: 27 lap (123.498 km)
Pemenang lomba (2014):
Feature Race: Mitch Evans (Selandia Baru/RUSSIAN TIME)
Sprint Race: Stefano Coletti (Monako/Racing Engineering)
Pilihan ban: Pirelli P Zero Soft (Kuning) dan Medium (Putih)


-Jadwal-
Jumat, 29 Juli 2016
FP 17:00-17:45 WIB
QP 20:55-21:25 WIB
Sabtu, 30 Juli 2016
Feature Race 20:40 WIB
Minggu, 31 Juli 2016
Sprint Race 15:25 WIB

Kamis, 26 Mei 2016

Preview GP2 Series 2016 Round 2


Sixth Gear - Seri kedua GP2 Series musim 2016 berlangsung akhir pekan ini di sirkuit jalan raya Monte Carlo, Monako. Balapan feature race yang berlangsung Jumat besok menjadi balapan ke-20 GP2 dihelat di sirkuit legendaris tersebut.

Karakter sirkuit yang lambat, berkelok-kelok, serta jarang dijumpai area run-off , menuntut pebalap mesti berkonsentrasi tinggi agar tidak berbuat kesalahan. Salah sedikit saja, bisa menyebabkan kecelakaan yang berujung kegagalan menyelesaikan lomba. Sebagai feeder series setingkat dibawah Formula 1, balapan GP2 sampai dihelat di Monako untuk mempersiapkan pebalap sebelum masuk ke F1. Jadi, saat pebalap masuk F1 ia tak perlu belajar dari nol untuk memahami sirkuit Monte Carlo.

Pierre Gasly memimpin klasmen usai seri pertama dengan keunggulan 6 poin dari Norman Nato yang memenangi feature race seri Barcelona. Sedangkan bagi dua pebalap Indonesia, Sean Gelael dan Philo Paz Armand, ini akan menjadi pertama kalinya mereka berlaga di Monte Carlo di GP2. Sebelumnya mereka pernah membalap di Monte Carlo saat di Formula Renault 3.5, dimana keduanya finish diurutan ke-8 (Sean) dan ke-10 (Philo)

-Circuit Guide and Race Details-
Panjang: 3,337 km
Jumlah Tikungan: 19
Jumlah lap (jarak lomba): 
Feature Race: 42 lap (140,154 km)
Sprint Race: 30 lap (100,11 km)
Pilihan ban: Pirelli P Zero Soft (Kuning) dan Pirelli P Zero Supersoft (Merah) 
Pemenang lomba 2015:
Feature Race: Stoffel Vandoorne (Belgia/ART GP)
Sprint Race: Richie Stanaway (Selandia Baru/Status GP)

-Jadwal-
Kamis, 26 Mei 2016
FP 17:00-17:45 WIB
QP - Group A 21:15-21:31 WIB
QP - Group B 21:39-21:55 WIB



Jumat, 27 Mei 2016
Feature Race 16:15 WIB

Sabtu, 28 Mei 2016
Sprint Race 21:10 WIB

Jumat, 13 Mei 2016

Preview GP2 Series 2016 Round 1 (Barcelona, Spanyol)



Sixth Gear - Musim keduabelas GP2 Series akan dimulai akhir pekan ini di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol. Setelah melakoni tes pramusim pada Maret kemarin, para pebalap bersiap untuk menyambut seri pertama dari feeder series yang setingkat dibawah Formula 1 ini. Sirkuit yang dipakai pada tes pramusim pertama ini dikenal memiliki tingkat degradasi ban yang tinggi dan memengaruhi performa mobil. Pirelli sebagai penyuplai ban menyediakan dua jenis ban yaitu hard dan soft.

Dari line-up pebalap yang mengikuti GP2 musim ini, ada 6 pebalap debutan, yaitu Philo Paz Armand, Luca Ghiotto, Marvin Kirchhöfer, Antonio Giovinazzi, Nabil Jeffri , dan Jimmy Eriksson. Selain itu ada 10 pebalap yang setidaknya sekali naik podium, yaitu: Nobuharu Matsushita, Sergey Sirotkin, Alex Lynn, Mitch Evans, Arthur Pic, Raffaele Marciello, Jordan King, Artem Markelov, Sergio Canamasas dan Pierre Gasly. 6 nama yang disebut pertama setidaknya pernah memenangi satu race.

Terdapat 11 seri untuk musim ini, dimana seri Jerman dan Malaysia kembali setelah sebelumnya absen, khusus untuk seri Malaysia kembali ke kalender balap GP2 musim ini setelah absen 3 musim. Dan untuk pertama kalinya, GP2 akan menyambangi Baku, Azerbaijan untuk seri ketiga tepatnya di sirkuit jalan raya di ibukota Azerbaijan tersebut. Dari tim peserta, PREMA Racing menjadi tim baru musim ini menggantikan Daiko Team Lazarus. Sedangkan Status GP absen untuk seri pertama.

-Circuit Guide and Race Details-
Panjang: 4,655 km
Jumlah Tikungan: 16
Jumlah lap (jarak lomba): 
Feature Race: 37 lap (172,235 km)
Sprint Race: 26 lap (121,03 km)
Pilihan ban: Pirelli P Zero Hard (Oranye) dan Pirelli P Zero Soft (Kuning)
Pemenang lomba 2015:
Feature Race: Stoffel Vandoorne (Belgia/ART GP)
Sprint Race: Alex Lynn (Inggris/DAMS)

-2016 Teams and Drivers-

ART Grand Prix: Nobuharu Matsushita (Jepang) - Sergey Sirotkin (Rusia)
Racing Engineering: Norman Nato (Perancis) - Jordan King (Inggris)
DAMS: Alex Lynn (Inggris) - Nicholas Latifi (Kanada)
Pertamina Campos Racing: Mitch Evans (Selandia Baru) - Sean Gelael (Indonesia)
Russian Time: Raffaele Marciello (Italia) - Artem Markelov (Rusia)
Rapax: Gustav Malja (Swedia) - Arthur Pic (Perancis)
Trident: Philo Paz Armand (Indonesia) - Luca Ghiotto (Italia)
Status Grand Prix: TBA - TBA
Carlin: Sergio Canamasas (Spanyol) - Marvin Kirchhöfer (Jerman)
PREMA Racing: Antonio Giovinazzi (Italia) - Pierre Gasly (Prancis)
MP Motorsport: Oliver Rowland (Inggris) - Daniel de Jong (Belanda)
Arden International: Nabil Jeffri (Malaysia) - Jimmy Eriksson (Swedia)

NB: Yang dicetak tebal berarti pebalap debutan.

-2016 Calendar-
Round 1: Barcelona (13-15 Mei)
Round 2: Monte Carlo (26-28 Mei)
Round 3: Baku (17-19 Juni)
Round 4: Spielberg (1-3 Juli)
Round 5: Silverstone (8-10 Juli)
Round 6: Budapest (22-24 Juli)
Round 7: Hockenheim (28-30 Juli)
Round 8: Spa-Franchorchamps (26-28 Agustus)
Round 9: Monza (2-4 September)
Round 10: Sepang (30 September-2 Oktober)
Round 11: Yas Marina (25-27 November)

Jumat, 01 Januari 2016

2015 Season Review: GP2 Series (part 3)



Sixth Gear - Menyambung bagian sebelumnya dari review GP2 musim 2015, bagian ini sekaligus terakhir dalam kilas balik GP2 musim 2015 akan mengulas mengenai tiga seri terakhir GP2 Series 2015.

Round 9: Sochi Autodrom, Rusia (9-11 Oktober 2015)
Rossi won feature race but Vandoorne sealed the title

Penentuan gelar juara GP2 ditentukan di Sochi Autodrom, Rusia. Vandoorne hanya butuh menang di feature race karena selisih poin yang cukup jauh dari rival terdekatnya, Alexander Rossi. Di sesi kualifikasi yang berlangsung dibawah guyuran hujan, Alex Lynn berhasil meraih pole position. Ketika feature race, terjadi insiden selepas start yang melibatkan Artem Markelov (Rusia/Russian Time), Sergio Canamasas (Spanyol/Daiko Team Lazarus), Marlon Stockinger (Filipina/Status GP) dan Jordan King (Inggris/Racing Engineering). Balapan dihentikan akibat kerusakan pagar pembatas usai tabrakan dan memerlukan perbaikan. Karena memerlukan waktu yang lama untuk memperbaiki pagar, sisa balapan dipangkas menjadi 15 lap. Alexander Rossi yang memilih untuk pit-stop ditengah balapan akhirnya memenangi balapan disusul Pierre Gasly (Prancis/DAMS) dan Stoffel Vandoorne yang baru melakukan pit-stop sebelum balapan usai.

Arthur Pic mengawali sprint race dari pole, namun selepas start ia kalah cepat dari Richie Stanaway (Selandia Baru/Status GP). Belum lagi ia dipecundangi rekan setimnya, Rio Haryanto saat berduel berebut posisi kedua seusai start. Safety car muncul di lap 1 usai insiden antara Marlon Stockinger dengan Rene Binder (Austria/MP Motorsport). Seusai safety car kembali ke pit, Rio sempat mengancam Stanaway namun upayanya gagal karena Stanaway membangun gap hingga 4 detik dengan Rio. Saat balapan tersisa 2 lap, safety car masuk lagi akibat kecelakaan yang menimpa Johnny Cecotto (Venezuela/Trident). Saat tanda SC muncul di lintasan, terjadi kontroversi saat Rio Haryanto dan Richie Stanaway berduel untuk pimpinan lomba. Rio menyalip Stanaway dari sisi dalam di tikungan 13 namun tanda SC muncul usai pembalap Campos Racing tersebut menyalip Stanaway. Imbasnya, Rio diminta mengembalikan pimpinan lomba ke Stanaway oleh steward. Stanaway akhirnya memenangi balapan disusul Rio Haryanto dan Raffaele Marciello (Italia/Trident). Vandoorne pun mengunci gelar juara GP2 usai finish keempat. Keunggulannya sebanyak 108 poin dari Alexander Rossi mustahil dikejar di dua seri tersisa.

Saat itu terjadi inisden di belakang saya (Johnny Cecotto mengalami kecelakaan saat balapan tersisa 2 lap di tikungan 3 pada sprint race) dan saya menyalip Richie Stanaway namun tanda safety car muncul setelah menyalip Stanaway, menurut steward saya harus mengembalikan pimpinan lomba ke Stanaway, namun di mata komentator (Alex Jacques dan Karun Chandhok) sebenarnya saya yang memenangi lomba.
(Rio Haryanto berkomentar mengenai safety car controversy pada sprint race GP Rusia saat menjadi narasumber talkshow "Rosi" di auditorium UNS, Solo, 23 Oktober 2015)

Round 10: Sakhir, Bahrain (19-21 November 2015)
ART's 1-2 finish in feature race is enough for team's title, another win for Evans

GP2 kembali ke Bahrain sebagai pengganti seri Jerman yang batal. Seri kesepuluh ini menjadi satu-satunya seri dimana GP2 bukan bertindak sebagai supporting event F1, melainkan pendukung kompetisi FIA World Endurance Championship seri Bahrain 6 Hours. Pierre Gasly merebut pole di kualifikasi, namun di sesi feature race ia gagal membendung laju Stoffel Vandoorne saat start. Vandoorne tampil sangat meyakinkan hingga akhir balapan dan memenangi feature race disusul Nobuharu Matsushita (Jepang/ART Grand Prix) dan Mitch Evans (Selandia Baru/Russian Time).

Alex Lynn dan Rio Haryanto start dari baris depan pada sprint race. Selepas start terjadi insiden di tikungan 1 dimana Matsushita yang terlalu bernafsu menyodok ke barisan depan, menabrak Rio dan ia melintir. Rio keluar lintasan bersama Pierre Gasly dan Jordan King. Di pertengahan lomba Evans sukses merebut pimpinan lomba dari Alex Lynn dan akhirnya memenangi balapan disusul  Vandoorne dan Lynn.


Round 11: Yas Marina, Abu Dhabi, UAE (27-29 November 2015)
Bitter sweet ending

Seri pamungkas GP2 berlangsung di Yas Marina, Abu Dhabi. Untuk kali kedua berturut-turut Pierre Gasly meraih pole, dan di feature race ia sempat memimpin selama 3 lap sebelum Vandoorne mengambil alih di lap keempat. Vandoorne meraih kemenangan ketujuhnya di musim 2015 usai memenangi feature race seri Abu Dhabi. Tempat kedua dan ketiga diisi oleh Raffaele Marciello dan Mitch Evans.


Sama seperti di Bahrain seminggu sebelumnya, Lynn dan Rio mengawali sprint race dari barisan depan. Namun selepas start terjadi insiden di tikungan 3: Pierre Gasly melintir saat berduel dengan Raffaele Marciello untuk posisi kelima, kemudian Norman Nato (Prancis/Arden International) gagal menghindari Gasly dan akhirnya keduanya bertabrakan. Nato pun menyeret Daniel de Jong (Belanda/Trident), Nicholas Latifi (Kanada/MP Motorsport) dan Sean Gelael (Indonesia/Carlin) ke pagar pembatas dekat jalur keluar pit. Keempatnya pun menghantam pagar pembatas hingga akhirnya balapan dihentikan. Karena perbaikan pagar memerlukan waktu yang lama, akhirnya balapan tidak dilanjutkan dan tidak ada yang berhak atas poin dalam sprint race seri Abu Dhabi.

Klasmen akhir GP2 Series 2015
Pembalap (5 besar)
1. S Vandoorne (Belgia/ART Grand Prix) 341,5 poin
2. A Rossi (Amerika Serikat/Racing Engineering) 181,5 poin
3. S Sirotkin (Rusia/Rapax) 139 poin
4. R Haryanto (Indonesia/Campos Racing) 138 poin
5. M Evans (Selandia Baru/Russian Time) 135 poin

Tim (5 besar)
1. ART Grand Prix - 410 poin
2. Racing Engineering - 241,5 poin
3. DAMS - 220 poin
4. Campos Racing - 198 poin
5. Russian Time - 183 poin

Itulah review GP2 musim 2015, sampai jumpa di musim 2016.

Kredit foto: GP2 Media Services, Istimewa

Kamis, 31 Desember 2015

2015 Season Review: GP2 Series (part 2)




Sixth Gear - Menyambung bagian pertama dari review GP2 Series musim 2015, berikut ini review dari seri kelima hingga kedelapan dari GP2 musim 2015.

Round 5: Silverstone, Inggris (3-5 Juli 2015)
Sirotkin made a perfect win for the first time in GP2, hat-trick for Haryanto

Balapan GP2 memasuki seri kelima di Silverstone, Inggris. Sergey Sirotkin tampil brilian di sesi kualifikasi dengan meraih pole position, namun pada feature race pembalap asal Rusia tersebut kecolongan selepas start. Ia kalah cepat dengan Richie Stanaway sebelum Sirotkin mengasapi pembalap asal Selandia Baru tersebut beberapa lap kemudian. Sejak itulah Sirotkin mendominasi balapan hingga akhirnya memenangi feature race seri Inggris disusul Alexander Rossi dan Stoffel Vandoorne.

Mendapat keuntungan akibat dua pembalap didepannya mendapat penalti di feature race, Rio Haryanto mengawali sprint race dari posisi pole. Selepas start, pembalap tim Campos Racing tersebut tak terkejar oleh pembalap lainnya hingga akhirnya Rio meraih kemenangan ketiganya musim ini, Raffaele Marciello menyusul diurutan kedua dan Pierre Gasly menempati podium ketiga. Sprint race seri Inggris merupakan satu-satunya balapan dimana Vandoorne gagal meraup poin setelah finish kesembilan.

Round 6: Hungaroring, Hungaria (24-26 Juli 2015)
Another joy for Lynn, Matsushita's first and perfect win

Sebelum memasuki jeda musim panas, seri keenam GP2 berlangsung di Hungaroring, Hungaria. Alex Lynn mengawali balapan feature race dari posisi terdepan. Ketika Stoffel Vandoorne masuk pit beberapa lap usai start, ia kedapatan melakukan kesalahan yang berujung penalti 5 detik akibat unsafe release. Hal itu menjadi keuntungan bagi Lynn untuk meraih kemenangan keduanya disusul rekan setimnya, Pierre Gasly. Podium ketiga diraih Sergey Sirotkin yang secara kontroversial menyalip Rio Haryanto di tikungan 13 pada lap terakhir. Sirotkin mematahkan front wing pembalap tim Campos Racing tersebut hingga berujung kemarahan sejumlah pendukung Rio di sosial media.

Nobuharu Matsushita mengawali sprint race dari pole position dan ia sukses mengkonversinya dengan kemenangan. Pembalap asal Jepang tersebut tak terkejar selepas start hingga finish. Tempat kedua dan ketiga masing-masing diraih oleh Stoffel Vandoorne dan Sergey Sirotkin. Gagal meraih poin di seri Hungaria, Alexander Rossi turun ke peringkat ketiga klasmen pembalap.


Round 7: Spa-Franchorchamps, Belgia (21-23 Agustus 2015)
Vandoorne victorius at home, Rossi scored his first win in 2015

Usai jeda musim panas, balapan GP2 berlangsung di Spa-Franchorchamps. Stoffel Vandoorne meraih pole dan tampil menawan dihadapan pendukungnya sendiri dengan meraih kemenangan pada feature race disusul Arthur Pic dan Artem Markelov. Balapan sendiri sempat dihentikan beberapa menit akibat insiden yang menimpa Daniel de Jong (Belanda/MP Motorsport) diawal balapan.


Mengawali balapan dari urutan pertama pada sprint race, Jordan King (Inggris/Racing Engineering) memimpin balapan usai start namun kesalahannya di tikungan Les Combes membuat pimpinan lomba beralih ke rekan setimnya, Alexander Rossi. Pembalap asal Amerika Serikat tersebut memimpin balapan hingga finish disusul King dan Mitch Evans.


Round 8: Monza, Italia (4-6 September 2015)
Rossi take consecutive win, Evans made a maiden win for the first time in 2015

Beralih ke Monza, Pierre Gasly meraih pole position namun masalah pada mobilnya seusai pit-stop membuatnya gagal menyelesaikan lomba. Di akhir balapan, Alexander Rossi suskes memecundangi Stoffel Vandoorne dan meraih kemenangan kedua secara beruntun. Vandoorne harus puas finish kedua dan Mitch Evans finish ketiga.



Untuk kali kedua secara beruntun, Jordan King mengawali sprint race dari pole, namun selepas start ia dihantam Norman Nato dari belakang yang menyebabkan gagal finish. Arthur Pic memipin jalannya balapan namun di lap terakhir tikungan pertama Mitch Evans yang membuntutinya selama balapan merebut pimpinan lomba dari adik kandung Charles Pic tersebut dan meraih kemenangan pertamanya di musim 2015 disusul Pic dan Vandoorne.

Itulah bagian kedua dari review GP2 musim 2015, bersambung ke bagian ketiga sekaligus bagian terakhir.

Kredit foto: GP2 Media Services

2015 Season Review: GP2 Series (part 1)



Sixth Gear - GP2 musim 2015 menjadi saksi betapa dominannya Stoffel Vandoorne. Pembalap asal Belgia yang memperkuat tim ART tersebut keluar sebagai juara dengan sederet rekor fantastis yang berhasil ia ukir. Berikut kilas balik GP2 musim 2015.

Round 1: Sakhir, Bahrain (17-19 April 2015)
Vandoorne start to dominate, meanwhile Haryanto storms into his first victory in GP2.

Seri pembuka GP2 berlangsung di Sakhir, Bahrain dimana Stoffel Vandoorne menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi disusul rekan setimnya, Nobuharu Matsushita dan juara GP3 musim 2014, Alex Lynn (Inggris/DAMS). Pada sesi feature race, Vandoorne mengawali balapan dengan baik hingga terjadi tabrakan di lap 4 antara Arthur Pic (Prancis/Campos Racing), Norman Nato (Prancis/Arden International), Pierre Gasly (Prancis/DAMS) dan Raffaele Marciello (Italia/Trident). Safety car masuk untuk membersihkan lintasan dan balapan berlanjut di lap 9. Vandoorne pun mendominasi hampir sepanjang balapan hingga akhirnya memenangi balapan, disusul Rio Haryanto (Indonesia/Campos Racing) yang secara dramatis merebut posisi kedua dari Alexander Rossi (AS/Racing Engineering) pada lap dan tikungan terakhir. Nama yang disebut terakhir finish ketiga.

Julian Leal (Kolombia/Carlin) yang finish kedelapan pada feature race berhak atas pole untuk sprint race. Leal sempat memimpin hingga awal lap ke-7 sebelum Rio Haryanto mengambil alih pimpinan lomba. Di sisa balapan, Rio memimpin lomba dengan keunggulan 3 detik dari pembalap dibelakangnya hingga menyentuh garis finish, disusul Stoffel Vandoorne dan Nathanael Berthon (Prancis/Daiko Team Lazarus).



Round 2: Circuit de Catalunya, Spanyol (8-10 Mei 2015)
Vandoorne wins again, Lynn's first win in GP2.

Vandoorne kembali tampil dominan di seri kedua GP2 musim 2015. Setelah meraih pole di kualifiaksi, Vandoorne meneruskan tren positif dengan meraih kemenangan di sesi feature race disusul Mitch Evans (Selandia Baru/Russian Time) dan Alexander Rossi (AS/Racing Enginnering) yang sekali lagi dipaksa menyerahkan posisi keduanya di saat-saat akhir balapan.



Norman Nato memulai balapan dari pole pada sprint race namun pembalap asal Prancis tersebut harus merelakan pimpinan lomba ke Alex Lynn di awal balapan. Lynn, yang juga development driver Williams, meraih kemenangan pertamanya di GP2 disusul Stoffel Vandoorne dan Pierre Gasly.





Round 3: Montecarlo, Monako (21-23 Mei 2015)
Vandoorne beating Rossi, Stanaway claims first win.

Seri ketiga GP2 berlangsung di sirkuit jalan raya legendaris Montecarlo, Monako. Alexander Rossi sukses meraih pole position pertamanya musim ini. Namun pada sesi feature race, ia dikalahkan Stoffel Vandoorne saat pit-stop dan Vandoorne keluar sebagai pemenang disusul Rossi dan Sergio Canamasas (Spanyol/MP Motorsport).


Marciello yang mengawali sprint race dari urutan terdepan, gagal memimpin lomba karena ia kalah cepat dari Richie Stanaway (Selandia Baru/Status GP). Stanaway pun tak terkejar hingga finish disusul Marciello dan Sergey Sirotkin (Rusia/Rapax).







Round 4: Red Bull Ring, Austria (19-21 Juni 2015)
Vandoorne's 4th win in this season, Haryanto made an amazing victory.

Usai jeda hampir sebulan, balapan GP2 kembali bergulir di Red Bull Ring, Austria. Vandoorne meraih pole position pada kualifikasi dan meraih kemenangan keempat beruntun di feature race, disusul Sergey Sirotkin dan Alex Lynn yang merebut posisi ketiga dari Matsushita di akhir balapan.



Nick Yelloly (Inggris/Hilmer Motorsport) mengawali sprint race dari pole position namun sebelum tikungan pertama pada lap pertama, ia mesti merelakan pimpinan lomba ke Rio Haryanto yang selanjutnya mendominasi sepanjang balapan meski sempat mendapat tekanan dari Artem Markelov (Rusia/Russian Time) hingga lap 14 lalu Stoffel Vandoorne disisa balapan. Di akhir balapan, Rio memenangi balapan disusul Vandoorne dan Matsushita.



Itulah bagian pertama dari season review GP2 Series musim 2015, tunggu bagian selanjutnya.

Kredit foto: GP2 Media Services

Minggu, 29 November 2015

Bad Luck Gelael

Sean Gelael gagal menyelesaikan feature race Abu Dhabi

Sixth Gear – Sejak mengikuti GP2 mulai seri Hungaria, Sean Gelael tercatat selalu melintasi garis finis. Namun rekor 100% finisnya menjadi sia-sia karena Sean gagal menyentuh garis finis pada feature race seri Abu Dhabi (28/11) semalam saat ia usai melakukan mandatory pit-stop.

Saat mendekati underpass (jalur dibawah lintasan) pada pit exit sirkuit Yas Marina, putra Ricardo Gelael tersebut tiba-tiba mengalami lock-up (rem depan terkunci) sehingga Sean kesulitan mengendalikan mobilnya hingga akhirnya pembalap tim Carlin tersebut “mencium” pagar dan mengakibatkan kerusakan pada sayap depan mobilnya akibat kerasnya benturan dengan pagar.

Tak hanya gagal merampungkan balapan, Sean juga mendapat dicibir oleh akun twitter @f1fanatic_co_uk,  dimana dalam kicauannya berbunyi, “How not to leave the pits at Yas Marina by Sean Gelael” (bagaimana cara tidak meninggalkan pit di Yas Marina oleh Sean Gelael) dan disertai foto kronologi kecelakaan memalukan tersebut. Lucunya, admin akun tersebut salah menulis nama rekan setim Dean Stoneman tersebut. Harusnya “Sean Gelael” malah sang admin menulis “Sean Galeal”.



Jadi, peribahasa yang cocok menggambarkan kondisi Sean kemarin adalah, “Sudah jatuh tertimpa tangga.”

Kamis, 26 November 2015

Preview GP Abu Dhabi



Sixth Gear - The final round. Baik F1, GP2, dan GP3 melangsungkan seri terakhir musim ini di sirkuit Yas Marina yang terletak di pulau Yas. Untuk mencapai sirkuit ini dari Abu Dhabi, dibutuhkan perjalanan selama 30 menit. Pertama kali sirkuit ini dibuka pada 2009.

Layout sirkuit yang memiliki 21 tikungan ini bila dilihat sepintas mirip pistol. Selama satu putaran, pembalap melewati daerah pangkalan kapal pesiar dan hotel Yas Viceroy Abu Dhabi. Pit exit sirkuit ini berbeda dengan biasanya karena melewati terowongan dibawah lintasan. Sektor pertama di sirkuit ini menawarkan dua area cepat lalu memasuki sektor kedua yang terdiri dari dua trek lurus panjang yang masuk zona DRS dan berakhir dengan tikungan lambat, dimana kesempatan overtaking terbuka. Sektor ketiga lebih banyak didominasi tikungan lambat yang diantaranya termasuk tikungan 90 derajat. Kecuali GP3 yang seluruh sesinya berlangsung di siang hari, pembalap dihadapkan dengan perubahan suhu udara yang berbeda mengingat sesi latihan, kualifikasi dan balapan berlangsung pada petang hari dimana suhu udara turun 15 derajat celsius. 

Di F1, kemungkinan tidak ada hal yang menarik saat balapan nanti, mengingat gelar juara dunia kategori pembalap maupun konstruktor sudah diketahui. Sedangkan di GP2 masih dinanti siapa yang akan meraih runner-up musim ini, dimana ada tiga pembalap yang berebut untuk posisi kedua klasmen pembalap: Alexander Rossi, Sergey Sirotkin, dan Rio Haryanto. Seri Abu Dhabi juga menjadi penentuan siapa yang akan menjuarai GP3 musim ini, apakah Luca Ghiotto atau juara F3 Eropa musim lalu, Esteban Ocon yang keluar sebagai pemenang.

-Circuit and Details-
Panjang: 5,554 km
Tikungan: 21 (9 kanan/11 kiri)
Dibangun: Mei 2007
Diresmikan: Oktober 2009
Kapasitas: 50.000 penonton
Zona deteksi DRS: 40 meter sebelum T7 dan 50 meter setelah T9
Zona aktivasi DRS: 390 meter usai T7 dan apex T10





Pilihan ban:
F1: Prime - Pirelli P Zero Soft (Kuning)/Option - Pirelli P Zero Supersoft (Merah)
GP2: Prime - Pirelli P Zero Medium (Putih)/Option - Pirelli P Zero Supersoft (Merah)
GP3: Pirelli P Zero Soft

-Timetable-
Jumat, 27 November 2015
GP3 FP 13:00-13:45
GP2 FP 14:15-15:00
F1 FP1 16:00-17:30
GP3 QP 18:10-18:40
F1 FP2 20:00-21:30
GP2 QP 22:10-22:40

Sabtu, 28 November 2015
GP3 Race 1 15:25
F1 FP3 17:00-18:00
F1 QP 20:00-21:00
GP2 Race 1 21:40

Minggu, 29 November 2015
GP3 Race 2 16:00
GP2 Race 2 17:20
F1 Race 20:00

Kamis, 19 November 2015

GP2 Preview: Rd. 10, Bahrain



Sixth Gear - GP2 kembali bergulir akhir pekan ini di sirkuit Sakhir, Bahrain. Ajang setingkat dibawah F1 ini kembali ke Bahrain setelah sebelumnya GP2 melakoni seri pembuka ditempat yang sama pda April kemarin. Bahrain kembali disambangi GP2 menggantikan seri Jerman yang batal tahun ini.

Pertama kali dibuka pada 2004, sirkuit ini menghadirkan layout berupa kombinasi cepat dan lambat, sejumlah tikungan seperti tikungan 1, 4, 8, 10, 11, dan 13 merupakan tikungan low-speed dan sisanya merupakan tikungan berkarakter high-speed. Beberapa titik overtaking yang memungkinkan bagi pembalap, seperti tikungan 1, tikungan hairpin ke kanan usai trek lurus start/finish, dimana pembalap bisa memanfaatkan DRS sebelum memsuki tikungan. Begitu juga dengan tikungan lainnya seperti 4, 8, 10. Pada zona aktivasi DRS kedua (antara T10 dan T11) juga termasuk overtaking spot yang ideal, dan menjelang tikungan terakhir.

Adapun GP2 seri Bahrain kali ini menjadi supporting event FIA World Endurance Championship, dan seri dibawahnya, GP3 juga bergulir di Bahrain International Circuit akhir pekan ini.

-Circuit's Layout-

-Timetable-

Kamis, 19 November 2015
GP3 FP 13:35-14:20
GP2 FP 15:30-16:15
GP3 QP 16:40-17:10
GP2 QP 18:20-18:50
WEC FP1 19:15-20:45
WEC FP2 23:30-01:00

Jumat, 20 November 2015
WEC FP3 15:00-16:00
GP3 Race 1 17:20
GP2 Race 1 19:30
WEC QP (LMGTE) 21:00-21:20
WEC QP (LMP) 21:30-21:50

Sabtu, 21 November 2015
GP3 Race 2 13:00
GP2 Race 2 14:45
WEC Race 19:00

Waktu diatas telah dikonversi ke waktu Indonesia barat.


Jumat, 06 November 2015

Putrajaya ePrix Preview


Sixth Gear - After the opening round in Beijing, Formula E returns this weekend in Putrajaya, a city which located 30 km south of Kuala Lumpur.

This circuit have medium character: 2 long straights at the start and twisty corners in the second half, especially on turn 10 which that is hairpin. And the track little bit tricky because of elevation level which changed in some section on the circuit. Putrajaya was right-handed because there are more right corners than left corners.

Meanwhile, Buemi come to Putrajaya as championship leader after made hattrick in Beijing - pole, win and fastest lap.

-Circuit and Details-

Length: 2560 m
Corners: 12 (8 right, 4 left)
Number of laps: 33 laps
2014 race winners: Sam Bird (Great Britain/Virgin)
2014 pole sitter: Oriol Servia (Spain/Dragon Racing)

-Timetable-
07:45-09:00 FP 
10:00-10:06 Qualifying Group 1
10:10-10:16 Qualifying Group 2
10:20-10:26 Qualifying Group 3
10:30-10:36 Qualifying Group 4
10:45-11:00 Super Pole
14:00 Race


All times are local.

Sabtu, 24 Oktober 2015

(Special Report) What Haryanto Said at Kampus Kompas TV Solo

Rio Haryanto saat berinteraksi dengan peserta Kampus Kompas TV saat talkshow "ROSI"

Sixth Gear - Kegiatan Kampus Kompas TV yang berlangsung di Auditorium UNS, Kentingan, Jebres, Solo selama 2 hari (22-23/10) sukses menyedot atensi dari berbagai kalangan, khsusnya mahasiswa yang menimba ilmu di Solo. Salah satu acara yang paling menarik perhatian adalah talkshow "ROSI" bersama Rosianna Silalahi. Talkshow yang berlangsung pada hari kedua (23/10) kemarin menghadirkan 5 narasumber, yaitu: Komjen Budi Waseso (Ketua BNN), Gita Gutawa (Penyanyi), Rio Haryanto (Pembalap GP2 Series), Endah Laras (Penyanyi keroncong), dan Woro (Penyanyi cilik jebolan "Di Atas Rata-Rata 1").

Tampil sebagai narasumber ketiga, sambutan peserta Kampus Kompas TV terhadap Rio bisa dikatakan paling meriah dibandingkan narasumber lainnya. Beberapa remaja putri bahkan histeris saat pembalap Campos Racing tersebut berada di atas panggung. Berikut ini beberapa hal yang diungkapkan Rio pada talkshow kemarin (23/10).

Rosianna Silalahi (RS): Apa yang Rio ingat saat menghabiskan masa kecil di Solo?
Rio: Saat kecil saya doyan makan. Bahkan saya sempat gemuk saat itu.
(Kiri) Rio saat masih anak-anak
(Kanan) Rio saat memeperkuat Barwa Addax pada GP2 musim 2013
RS: Jenis latihan apa yang biasanya dilakukan Rio agar menjadi pembalap wahid?
Rio: Latihan kardio, sepeda, lari, renang.

RS: Dulu Rio pernah satu lintasan dengan beberapa pembalap yang kini berlaga di F1. Adakah pembalap yang kini tampil di F1 yang pernah dikalahkan Rio?
Rio: Valtteri Bottas (Rio pernah mengalahkan Bottas sebanyak 2 kali saat masih di GP3, pertama pada seri Jerman yang berlangsung di Nurburgring di race 1, kedua di Hungaroring saat race 2).

RS: Pada seri terakhir (GP Rusia) anda sempat melakukan aksi overtaking namun sayangnya tanda safety car muncul sesaat setelah anda menyalip. Menurut Rio?
Rio: Saat itu terjadi inisden di belakang saya (Johnny Cecotto mengalami kecelakaan saat balapan tersisa 2 lap di tikungan 3 pada sprint race) dan saya menyalip Richie Stanaway namun tanda safety car muncul setelah menyalip Stanaway, menurut steward saya harus mengembalikan pimpinan lomba ke Stanaway, namun di mata komentator (Alex Jacques dan Karun Chandhok) sebenarnya saya yang memenangi lomba.
Manuver Rio terhadap Stanaway pada sprint race seri Rusia,
namun keabsahannya dipertanyakan karena tanda safety car muncul sesaat setelah
Rio merebut pimpinan lomba dari Stanaway
RS: Bagaimana tahun pertama Rio berkompetisi di Eropa?
Rio: Tahun pertama di Eropa, awalnya saya sempat keteteran (Rio finish ke-20 (race 1) dan ke-25 (race 2) pada seri pertama GP3 musim 2010 seri Spanyol), namun di seri kedua akhirnya saya bisa beradaptasi dengan baik dan menang. Namun sayangnya saat itu sempat ada penundaan upacara podium, tadinya saya pikir ada insiden justru panitia sibuk mencari lagu Indonesia Raya.

Rio saat memenangi race 2 seri Turki pada GP3 Series musim 2010
RS: Banyak orang yang kerap memandang remeh jika orang Asia tampil bagus di Eropa, tanggapan Rio sendiri bagaimana?
Rio: Justru hal itu menjadi keuntungan bagi saya karena saya merasa ditakuti oleh mereka yang memandang saya sebelah mata.

RS: Rio sendiri orangnya penurut, misalnya tidak pernah makan permen oleh ayahnya, apa untungnya jadi seorang penurut?
Rio: Sisi positif menjadi seorang penurut yaitu agar tidak terjerumus dalam kesalahan.

RS: Apakah Rio pernah mengeluh begini, "Mengapa saya mesti membalap?"
Rio: Tidak. Saya menerima hal itu dengan senang hati.

RS: Apakah Rio tertarik dengan kehadiran wanita di lintasan (grid girl)?
Rio: Tidak. Saya memilih fokus ke balapan.

Rio saat berada di grid sebelum sprint race seri Inggris dimulai,
saat itu Rio memenangi balapan tersebut dan menjadi kemenangan ketiganya di GP2.

Itulah beberapa hal yang diungkapkan Rio Haryanto dalam talkshow "ROSI" dalam rangka Kampus Kompas TV di Auditorium UNS, Solo pada hari Jumat, 23 Oktober 2015.

Jumat, 23 Oktober 2015

Preview Formula E – Beijing ePrix



Sixth Gear – The show goes on. Usai melakoni musim pertama yang fantastis dimana Nelson Piquet Jr. (Brazil/NextEV TCR) keluar sebagai juara Formula E musim pertama, Formula E memulai musim baru akhir pekan ini di Beijing, ibukota Tiongkok. Sama seperti musim lalu dimana Beijing ditunjuk sebagai seri pembuka Formula E, balapan di Beijing nanti tetap berlangsung di jalanan sekitar taman Olimpiade Musim Panas 2008.

Sirkuit yang memiliki 17 tikungan ini memiliki sejumlah tikungan dengan sudut tikung sebesar 90 derajat dan chicane (tikungan S). Dari segi layout sendiri sirkuit ini cukup menantang bagi pembalap, selain tikungannya yang menuntut keahlian pembalap, pembalap juga dituntut ekstra hati-hati karena minimnya run-off area disini. Sedikit saja mereka melakukan kesalahan, konsekuensinya adalah menabrak pagar atau menimbulkan kecelakaan pembalap. Tak hanya itu, sausage kerb juga bisa jadi jebakan karena bentuknya yang cembung. Sekali saja mereka menginjaknya, tak hanya mobil bisa terbang, bisa saja merusak suspensi mobil.

-Circuit and Details-



Panjang: 3,439 km
Jumlah tikungan: 17 (6 kanan/11 kiri)
Jumlah lap: 26 lap
Podium 2014/15:
1.      Lucas Di Grassi (Brazil/Audi Sport Abt)
2.       Franck Montagny (Prancis/Andretti Autosport)
3.       Sam Bird (Britania Raya/Virgin Racing)
Pole Position 2014/15:
Nicolas Prost (Prancis/e.DAMS Renault) 1:42.200
Fastest Lap 2014/15:
Takuma Sato (Jepang/Amlin Aguri) 1:45.101 

 -Timetable-
08:15-09:00 FP1
10:30-11:00 FP2
12:00-12:06 QP Group 1
12:10-12:16 QP Group 2
12:20-12:26 QP Group 3
12:30-12:36 QP Group 4
12:45-13:00 Super Pole
16:00 Race
Semua waktu diatas dalam waktu Indonesia barat

-2015/16 Teams and Drivers-
 Abt Schaeffler Audi Sport (License: Germany)
Team Principal: Hans-Juergen Abt
Chassis: ABT Schaeffler FE01
Drivers: #11 - Lucas Di Grassi (Brazil), #66 - Daniel Abt (Germany)
 Andretti Formula E Team (USA)
Team Principal: J.F.Thorman, Robert Griffiths
Chassis: Andretti ATEC-01
Drivers: #28 - Simona de Silvestro (Switzerland), #27 - Robin Frijns (Nederland)
Dragon Racing (USA)
Team Principal: Jay Penske
Chassis: VM200-FE-01
Drivers: #7 - Jerome D’Ambrosio (Belgium), #6 - Loic Duval (France)
DS Virgin Racing Formula E Team (Great Britain)
Team Pricipal: Alex Tai
Chassis: Virgin Racing Engineering DSV-01
Drivers: #2 – Sam Bird (Great Britain), #25 - Jean Eric-Vergne (France)
Renault e.DAMS (France)
Team Principal: Jean-Paul Driot, Alain Prost
Chassis: Renault Z.E 15
Drivers: #8 – Nicolas Prost (France), #9 – Sebastian Buemi (Switzerland)
Mahindra Racing Formula E Team (India)
Team Principal: Dilbagh Gill 
Chassis: Mahindra M2ELECTRO
Drivers: #21 – Bruno Senna (Brazil), #23 – Nick Heidfeld (Germany)
NEXTEV TCR Formula E Team (China)
Team Principal: Yu Liu
Chassis: NEXTEV TCR FormulaE 001
Drivers: #1 – Nelson Piquet Jr. (Brazil), #88 - Oliver Turvey (Great Britain)
Team Aguri (Japan)
Team Principal: Mark Preston
Chassis: SRT01-e
Drivers: #55 - Antonio Felix da Costa (Portugal), #77 - Nathanael Berthon (France)
Trulli Formula E Team (Switzerland)
Team Principal: Lucio Cavuto
Chassis: Motomatica JT-01
Drivers: #10 - Vitantonio Liuzzi (Italy), #18 - Salvador Duran (Mexico)
Venturi Formula E Team (Nederland)
Team Principal: Gildo Pallanca Pastor
Chassis: Venturi VM-200-FE-01
Drivers: #4 - Sthepane Sarrazin (France), #12 - Jacques Villeneuve (Canada)

Keterangan: Yang bercetak tebal berarti debutan,dan yang bercetak miring berarti pembalap wanita.

Sumber: fiaformulae.com

Senin, 12 Oktober 2015

Balada Sergey "Surakin" Sirotkin

Sergey Sirotkin mengalami kerusakan pada sayap depan mobilnya
Kredit: GP2 Media Services

Sixth Gear - Sprint race GP2 seri Rusia Minggu (11/10) kemarin menjadi balapan yang mesti dilupakan oleh pembalap asal tim Rapax, Sergey Sirotkin. Sebab bukannya tampil brilian di hadapan pendukungnya sendiri, Sirotkin justru menanggung malu karena tak hanya kehilangan posisi ketiga di klasmen pembalap yang kembali diambil alih oleh Rio Haryanto, ia juga mendapat penalti 10 detik karena selepas start ia menabrak pembalap asal Inggris, Dean Stoneman menjelang entry tikungan 2, dan merusak sayap depan mobilnya. Namun tahukah anda, sebenarnya Sirotkin kualat akibat menabrak Rio Haryanto menjelang finish pada feature race seri Hungaria akhir Juli kemarin?

Kejadiannya saat Rio dan Sirotkin bertarung memperebutkan podium ketiga pada lap terakhir. Saat keduanya mendekati tikungan 13, Sirotkin tiba-tiba melakukan manuver dari sisi dalam dan ia menabrak Rio hingga sayap depan milik pembalap Campos Racing tersebut patah. Sontak kejadian tersebut memancing kemarahan sejumlah Sahabat Rio (sebutan untuk penggemarnya Rio Haryanto). Kebanyakan mereka meluapkan emosi mereka di sosial media, beberapa di antaranya melontarkan sumpah serapah ke pembalap yang musim lalu menjadi test driver Sauber tersebut. Bahkan sebuah fanpage pun sampai-sampai memlesetkan nama belakangnya jadi "Surakin". Ada yang melabeli podium yang diraih Sirotkin saat itu sebagai "podium haram".

Beberapa waktu berselang usai kejadian tersebut, akhirnya Sirotkin kena batunya. Mulai saat dihantam Alex Lynn pada feature race seri Italia, dan puncaknya saat balapan kandang di Sochi Autodrom. Entah karena Sirotkin terlalu bernafsu ingin menyodok ke barisan depan atau ia terjebak di antara kerumunan pembalap, ia menghantam pembalap tim Carlin, Dean Stoneman dari belakang hingga mengakibatkan sayap depannya patah. Akibatnya Sirotkin mesti masuk pit untuk mengganti sayap depannya yang rusak, lalu ia diganjar penalti 10 detik akibat insiden tersebut. Hingga ia merelakan posisi ketiga di klasmen pembalap kembali ke Rio Haryanto usai finish kedua pada sprint race Minggu kemarin (11/10)

Ingat, apapun yang terjadi hukum karma berlaku!

Minggu, 11 Oktober 2015

Sochi Post Sprint Race Quotes - Rio Haryanto

(ki-ka) Rio Haryanto, Richie Stanaway, dan Raffaele Marciello saat podium sprint race seri Rusia.
credit: GP2 Media Services


Sixth Gear - Berikut adalah bagaimana Rio Haryanto berpendapat mengenai balapan pada sprint race seri Rusia.

GP2: Rio, Selamat. P2 hari ini. Anda begitu ngotot dan berusaha untuk mendapatkan lebih. Apa yang terjadi?

Rio: Well, saya ingin bilang kalau saya melakukan balapan yang mengagumkan setelah start dari posisi 4. Di akhir lap 1 saya sudah di urutan 2. Saya mencoba untuk tetap di belakang Stanaway namun dia punya pace yang bagus diawal. Saya melihat disaat-saat akhir dia melamban. Saya beberapa kali mengejarnya dan saya pikir dengan 2 lap tersisa saya sudah di posisi yang ideal untuk menyalipnya. Saya menyalipnya sebelum saya melihat lampu tanda safety car. Pastinya itu sedikit membingungkan. Saya melihat lampu tanda SC sesaat setelah menyalipnya. Lalu ia mencoba mengambil alih posisi saya (pimpinan lomba). Bagaimanapun, saya senang dengan hasil ini setelah balapan yang sulit di Spa dan Monza. Kami kembali ke kondisi ideal sekarang.

GP2: Benarkah anda bertahan sekuat mungkin dan memengaruhi posisi anda di klasmen pembalap pada dua seri terakhir, apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

Rio: Saya pikir GP2 adalah kompetisi yang berat: jika anda tidak mendapat keseimbangan mobil yang cocok atau anda tak bisa mendapat catatan waktu yang bagus saat kualifikasi, maka akhir pekan anda akan berantakan. Akhir pekan ini kami bagus di sesi latihan bebas, namun tidak saat kualifikasi. Bagaimanapun, kami memaksimalkan semua potensi selama balapan. Semoga kami bisa menjaga momentum ini di dua seri terakhir. Itu penting bagi saya musim ini.

GP2: Kita akan back-to-back race di Sakhir dan Yas Marina - dua trek dimana anda sangat memahaminya. Apa yang bisa kami harapkan dari anda disana?

Rio: Saya rasa kami mesti menjaga momentum, meraih poin dan menikmati sampanye... saya rasa kami akan kuat di Sakhir karena kami meraih podium ganda musim ini (P2 pada race 1 dan menang di race 2). Saya berharap ke depannya untuk seri tersebut. Kami tetap berusaha sampai akhir.

Dikutip dari GP2 dengan alih bahasa oleh Adi_Hoet. #RioJuara  

Sabtu, 10 Oktober 2015

Ketika Wartawan Olahraga Salah Tulis



Sixth Gear – Sudah tergolong lumrah jika seorang wartawan salah tulis di media cetak, namun kejadian kali ini mengakibatkan beberapa orang tertawa geli. Bagaimana ceritanya sampai si kuli tinta yang salah tulis jadi bahan tertawaan orang? Berkut ceritanya.

Kejadiannya bermula ketika seorang wartawan dari surat kabar kenamaan, sebut saja Sutimin, menulis berita tentang GP2 Series. Konyolnya, Sutimin ini salah menulis caption foto dalam berita yang ditulisnya. Tepat dibawah foto Rio Haryanto saat memenangi sprint race seri Austria Juni kemarin, ia menulis, “BALAS: Rio Haryanto bertekad untuk kembali naik podium di MotoGP Rusia”.  Lalu seorang member grup Facebook tentang Formula 1 memfoto koran tersebut dan mengunggah foto itu ke grup yang bersangkutan dan hasilnya beberapa member pun tertawa melihat kesalahan konyol tersebut. Ada yang menyindir dengan menyebut produk minuman, ada yang menganggap Sutimin biasanya menulis berita tentang Valentino Rossi dkk. lalu disuruh atasannya untuk menulis berita tentang balap roda empat, dan ada yang menganggap si Sutimin lapar saat menulis berita tersebut.


Selain tanggapan diatas, ada yang menganggap jangan-jangan Rio mau pindah ke balap roda dua, dan ada yang berpikir seandainya MotoGP digelar di negara terluas di dunia tersebut. Ya begitulah watawan, mereka juga manusia, kadang khilaf.

Sumber foto: Facebook