Sixth Gear – Balapan Formula 1 musim 2015 memasuki seri
ke-12 musim ini di sirkuit Autodromo Nazionale Monza, sirkuit yang dikenal
sebagai “Cathedral of Speed” karena sirkuit ini memiliki karakter yang cepat
mengingat ada sejumlah trek lurus di sirkuit ini. Selain Formula 1, GP2 dan GP3
juga masing-masing memasuki seri ke-8 dan ke-6 di tempat yang sama. Seperti
biasa, GP Italia biasanya menjadi penutup rangkaian balapan di Eropa.
Sirkuit Monza sendiri memiliki karakter ultra high-speed dan berbeda dari sirkuit lainnya yang masuk
kalender balap F1, GP2, maupun GP3. Sirkuit ini termasuk low downforce karena performa mesin akan diuji disini.
Bagaimanapun, performa mobil saat menikung pada high speed corner dan traksi saat keluar dari tikungan masih
signifikan dimana kecepatan mobil di trek lurus jauh lebih besar dibandingkan
kecepatan di ujung trek lurus.
Biasanya, Monza dikenal kejam untuk ban layaknya Silverstone,
dimana bagian lateral ban diuji di tikungan
Lesmo dan Parabolica dan bagian longitudinal ditantang pada tikungan S dengan
pengereman yang tinggi dan tuntutan traksi yang optimal. Ban juga menjadi objek
untuk tes berat pada kerb sirkuit
Monza dimana kerb tinggi digunakan
beberapa musim terakhir untuk mencegah pembalap menerobos chicane dengan cara melewati run-off
area, dengan kemampuan reduksi yang kuat untuk mendapatkan waktu sebaik
mungkin, memutuskan titik pengereman menjadi aspek krusial bagi pembalap.
Di Formula 1, tim Ferrari yang tampil sebagai tuan rumah
tentu tak ingin kehilangan muka dihadapan pendukungnya sendiri. Sebastian
Vettel punya kans untuk menjadi pembalap pertama yang sanggup memenangi GP
Italia dengan 3 tim berbeda (sebelumnya ia menang 3 kali di Monza, yakni pada
2008 saat masih bersama Toro Rosso, serta 2011 dan 2013 saat berseragam Red
Bull). Vettel yang datang ke GP Italia dengan modal hasil mengecewakan di GP
Belgia dimana ia gagal finish akibat ban pecah tentu akan melampiaskan
kegagalan di Spa, namun duo Mercedes (Hamilton-Rosberg) bisa saja menghadang
ambisi peraih gelar juara dunia 4 kali tersebut. “Anda harus cermat soal
pengereman karena trek lurus di sana menuntut kecepatan tinggi. Selain itu,
karakteristik trek ini membutuhkan set up
downforce yang tepat sehingga mobil lebih sulit dikendalikan” paparnya di planetf1.com.
Sementara itu di GP2,
fokus utama masih pada duel antara Alexander Rossi, Rio Haryanto dan
Sergey Sirotkin dimana ketiganya berebut posisi kedua di klasmen pembalap.
Rossi sedikit di atas angin berkat kemenangan perdananya musim ini di sprint race GP Belgia, tentu pembalap
asal Amerika Serikat tersebut optimis meraih hasil positif di Monza agar bisa
menekan Stoffel Vandoorne yang kini memuncaki klasmen pembalap. Di sisi lain,
Rio yang datang ke Monza usai nirpoin di Spa dua pekan yang lalu akan
melampiaskan kegagalannya akhir pekan ini. Belum lagi Rio pernah naik podium
saat masih di GP3, menjadi modal tambahan untuk menggusur eks rekan setimnya di
Caterham (sekarang Status GP) tersebut di posisi kedua klasmen pembalap. Raffaele Marciello, pembalap tuan rumah tentunya tidak akan kehilangan muka dihadapan pendukungnya sendiri. Podium setidaknya menjadi bidikan realistis bagi pembalap tim Trident yang merangkap test driver Sauber tersebut.
-Circuits and Details-
Panjang: 5,793 km
Dibangun: 1922
Jumlah Tikungan: 11 (7 kanan, 4 kiri)
Start/finish offset: 0,309 km
Zona deteksi DRS: 95 meter sebelum tikungan 7 dan 20 meter
sebelum tikungan 11
Zona aktivasi DRS: 210 meter usai tikungan 7 hingga entry Ascari dan 115 meter usai finish line hingga entry Vialone
Jumlah lap:
F1 – 53 lap (306,72 km)
GP2 – Feature Race:
30 lap (173,481 km), Sprint Race: 21 lap (121,344 km)
GP3 – Race 1: 21 lap (121,344 km), Race 2: 17 lap (98,172
km)
Lap record:
F1 – 1:21,046 (Rubens Barichello, Ferrari – 2004)
GP2 – 1:30,007 (Vitali Petrov, Barwa Addax – 2010)
GP3 – 1:36,933 (Daniil Kvyat, MW Arden – 2013)
-Tires-
F1: Pirelli P Zero Medium (Putih) dan Pirelli P Zero Soft
(Kuning)
GP2: Pirelli P Zero Hard (Jingga) dan Pirelli P Zero Medium
(Soft)
GP3: Pirelli P Zero Medium
Sumber: fia.com, The Insider (e-magazine resmi GP2 dan GP3) dan wikipedia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar