Sabtu, 02 Januari 2016

2015 Season Review: Formula 1



Sixth Gear - F1 musim 2015 sekali lagi menunjukkan kedigdayaan tim Mercedes. Sama seperti musim sebelumnya, tim panah perak sukses meraih dan mempertahankan gelar juara konstruktor, dan Lewis Hamilton kembali meraih gelar juara dunia usai memenangi GP Amerika Serikat pada 25 Oktober 2015.


Sebelum kompetisi dimulai, sejumlah pergantian pebalap dilakukan beberapa tim, mulai dari hengkangnya Fernando Alonso dari Ferrari ke McLaren, Sebastian Vettel memulai petualangan baru bersama Ferrari usai meninggalkan Red Bull, Daniil Kvyat dipromosikan dari Toro Rosso ke Red Bull, dan tiga tim yaitu Toro Rosso, Sauber, dan Manor-Marussia mengandalkan dua pembalap baru di line-up mereka. Toro Rosso merekrut Carlos Sainz Jr. dan Max Verstappen (pembalap termuda yang melakoni debut F1 di usia 17 tahun 164 hari), Sauber mengandalkan Marcus Ericsson dan Felipe Nasr, sedangkan Manor memilih Will Stevens dan Roberto Merhi. Di tengah musim, Merhi digantikan oleh pembalap GP2 asal Amerika Serikat, Alexander Rossi. Rossi tampil di 5 balapan dari 7 seri terakhir. Selain itu ada tim yang memilih mengganti penyuplai mesin mereka. Honda kembali ke F1 usai 8 tahun dan menjalin kerja sama dengan McLaren, sedangkan Lotus mengganti mesin mereka dari Renault ke Mercedes.

Musim 2015 berlangsung sebanyak 19 seri, dimana GP Meksiko kembali untuk pertama kalinya usai absen selama 23 tahun. Untuk menyambut gelaran F1, sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez yang menjadi lokasi GP Meksiko direnovasi untuk memenuhi standar keselamatan FIA. GP Jerman batal digelar menyusul ketidaksiapan panitia setempat. semula GP Jerman akan berlangsung di Nurburgring sesuai kesepakatan berbagi venue penyelenggaraan GP Jerman sejak 2008.

Lewis Hamilton memenangi balapan pembuka di Albert Park, Australia disusul Nico Rosberg dan Sebastian Vettel. Saat balapan berlanjut ke Sepang, Malaysia, Vettel sukses meraih kemenangan pertamanya bersama Ferrari. Setelah itu Hamilton memenangi GP China dan GP Bahrain. Beralih ke Eropa, Rosberg memenangi GP Spanyol dan GP Monako, kemudian Hamilton membayar kegagalan di sirkuit Gilles Villeneuve tahun lalu dengan memenangi GP Kanada. Rosberg sukses memenangi GP Austria, kemudian Hamilton menang di kandang sendiri di Silverstone. Menjelang paruh pertama musim usai, Vettel memenangi GP Hungaria yang dihelat seminggu setelah wafatnya Jules Bianchi setelah 9 bulan mengalami koma akibat insiden yang menimpanya di GP Jepang 2014.

Usai jeda musim panas, Hamilton memenangi GP Belgia dan GP Italia dan Sebastian Vettel meraih kemenangan ketiganya musim ini di GP Singapura. 6 seri tersisa jadi milik Mercedes, dimana Hamilton memenangi GP Jepang, GP Rusia dan GP Amerika Serikat. di GP Amerika Serikat Hamilton mengamankan gelar juara dunia. Ini menjadi gelar ketiganya sepanjang karirnya di F1 dan kedua secara beruntun. Di tiga seri pamungkas, yaitu GP Meksiko, GP Brazil, dan GP Abu Dhabi, Rosberg keluar sebagai pemenang.

Sebelum GP Hungaria dihelat, dunia F1 berduka atas meninggalnya Jules Bianchi pada 17 Juli 2015 setelah berjuang selama 9 bulan mengalami koma yang dialaminya usai menabrak crane saat balapan di Suzuka, Jepang, 5 Oktober 2015. Sebelum balapan GP Hungaria dimulai, diadakan mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang Bianchi.







Klasmen akhir Formula 1 musim 2015
Pembalap (5 besar):
1. Lewis Hamilton (Inggris/Mercedes) 381 poin
2. Nico Rosberg (Jerman/Mercedes) 322 poin
3. Sebastian Vettel (Jerman/Ferrari) 278 poin
4. Kimi Raikkonen (Finlandia/Ferrari) 150 poin
5. Valtteri Bottas (Finlandia/Williams-Mercedes) 136 poin

Konstruktor (5 besar):
1. Mercedes - 703 poin
2. Ferrari - 428 poin
3. Williams-Mercedes - 257 poin
4. Red Bull-Renault - 187 poin
5. Force India-Mercedes - 136 poin

Itulah review singkat F1 musim 2015, sampai jumpa musim depan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar