Jumat, 01 Januari 2016
2015 Season Review: MotoGP (part 3)
Sixth Gear - Bagian ini menyambung dari bagian sebelumnya dan menjadi bagian terakhir mengenai review MotoGP musim 2015, berikut review 6 seri terakhir saat perebutan gelar juara kian memanas hingga puncaknya di dua seri terakhir.
Round 13: San Marino GP (Misano World Circuit Marco Simoncelli, 11-13 September 2015)
Jorge Lorenzo mengamankan pole position di kualifikasi, namun balapan GP San Marino bisa dibilang sebagai balapan yang membingungkan karena diawal cuaca cerah namun ditengah balapan hujan turun dan menjelang usai hujan reda dan lintasan mengering. Sejumlah pembalap mesti mengganti motornya saat lintasan basah akibat hujan, begitu juga saat lintasan mengering (kecuali Bradley Smith yang ngotot menggunakan ban wet meski trek mengering). Dalam balapan yang membingungkan tersebut Marquez keluar sebagai pemenang disusul Smith dan Scott Redding. Seri ini juga untuk kali pertama Movistar Yamaha gagal menempatkan pembalapnya di podium akibat salah strategi pergantian motor ketika trek mengering. Lorenzo terjatuh dan gagal melanjutkan lomba, sedangkan Valentino Rossi finish kelima.
Round 14: Aragon GP (Motorland Aragon, 25-27 September 2015)
Marc Marquez meraih pole, namun ia terjungkal di awal lomba saat tengah mengejar Lorenzo dan mengakhiri balapan lebih awal. Kesempatan tersebut tak disia-siakan oleh Lorenzo untuk memperlebar gap dengan pembalap di belakangnya hingga ia menyentuh garis finish untuk memenangi balapan. Sorotan mengarah ke duel antara Dani Pedrosa dengan Valentino Rossi, dimana the Little Spaniard memenangi duel sengit menjelang balapan usai tersebut untuk finish kedua. Rossi finish ketiga.
Round 15: Japanese GP (Twin Ring Motegi, 9-11 Oktober 2015)
Karena gagal finish di Aragon, peluang Marquez meraih gelar juara menipis dan kandidat mengerucut menjadi dua: Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Di sesi kualifikasi Movistar Yamaha mengmankan posisi start 1-2, masing-masing ditempati Lorenzo dan Rossi. Dan yang terjadi saat balapan, diluar dugaan Dani Pedrosa memenangi balapan yang berlangsung di bawah guyuran hujan terebut. Rossi finish kedua usai menyalip Lorenzo beberapa lap menjelang finish.
Round 16: Australian GP (Philip Island, 16-18 Oktober 2015)
Pertarungan demi gelar juara mulai sengit saat balapan berlangsung di Philip Island. Marquez merebut pole di kualifikasi, namun saat balapan ia kalah cepat dari Andrea Iannone yang start dari posisi kedua. Iannone kehilangan pimpinan lomba usai menabrak burung camar yang masuk ke lintasan diawal lomba dan Lorenzo memimpin jalannya balapan. Di belakang Lorenzo terjadi aksi saling salip-menyalip antara Iannone, Marquez dan Rossi. Namun disaat-saat akhir Marquez menyalip Lorenzo untuk memenangi balapan, begitu juga Iannone yang mengasapi Rossi untuk posisi ketiga.
Round 17: Malaysian GP (Sepang, 23-25 Oktober 2015)
Sempat ada kekhawatiran kalau GP Malaysia batal akibat kabut asap kiriman dari pulau Sumatra. Setelah akhirnya dipastikan GP Malaysia tetap berjalan, seisi paddock MotoGP dibuat gempar oleh sesi konferensi pers sebelum balapan, dimana Rossi terang-terangan menuduh Marquez membantu Lorenzo agar X-fuera meraih gelar juara dunia. Di sesi kualifikasi, Pedrosa meraih pole position dan Marquez meraih posisi kedua. Rossi meraih tempat ketiga disaat-saat akhir menggusur Lorenzo ke posisi empat. Tensi memanas saat balapan. Pedrosa langsung memimpin jalannya lomba, namun Marquez berulah: ia membiarkan Lorenzo menyalipnya dan menghambat laju Rossi begitu the Doctor mendekatinya. Kesal dengan ulah Marquez, Rossi sempat memperingatkan Marquez namun tak digubris oleh the Baby Alien hingga puncaknya keduanya bersinggungan hingga Marquez terjatuh dan gagal melanjutkan lomba, kemudian insiden ini dikenal dengan nama Sepang clash. Di akhir balapan, Pedrosa menang disusul Lorenzo dan Rossi. Usai balapan, insiden antara Rossi dan Marquez diinvestigasi hingga akhirnya Rossi mendapat 3 poin penalti dan mesti start dari urutan belakang saaat GP Valencia. (sebelumnya Rossi sudah medapat 1 poin penalti saat GP San Marino)
Round 18: Valencia GP (Circuit Ricardo Tormo, 6-8 November 2015)
Tidak terima dengan hukuman yang dijatuhkan sebagai imbas Sepang clash, Rossi mengajukan banding ke FIM dan CAS namun bandingnya ditolak. Rossi tetap start dari belakang saat balapan. Hal tersebut menjadi keuntungan bagi Lorenzo untuk meraih gelar juara dunia,belum lagi ia mengawali lomba dari pole position. Selepas start, Lorenzo melesat ke posisi pertama sedangkan Rossi menyalip pembalap di depannya satu per satu. Namun, aksi menyalip 22 pembalap yang dilakukan Rossi selama balapan berakhir sia-sia sebab Lorenzo finish pertama dan meraih gelar juara dunia. Namun saat balapan usai, fokus bukan mengarah ke Lorenzo, melainkan aksi yang dilakukan orang-orang di pit membentuk guard of honour mulai dari jalur masuk pit hingga garasi Movistar Yamaha tempat kru tim yang menangani Rossi. The Doctor mendapat sambutan luar biasa dari penonton maupun orang-orang di pit, beberapa diantaranya menyebut Rossi sebagai People's champion karena telah memenangkan hati jutaan penggemarnya.
Klasmen akhir MotoGP 2015 (5 besar):
1. Jorge Lorenzo (Spanyol/Movistar Yamaha) 330 poin
2. Valentino Rossi (Italia/Movistar Yamaha) 325 poin
3. Marc Marquez (Spanyol/Repsol Honda) 242 poin
4. Dani Pedrosa (Spanyol/Repsol Honda) 206 poin
5. Andrea Iannone (Italia/Ducati Team) 188 poin
Itulah MotoGP musim 2015 yang akan dikenang sebagai musim tersengit dalam sejarah. Sampai jumpa di musim 2016.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar