Tampilkan postingan dengan label Marc Marquez. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marc Marquez. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 November 2015

Marquez Mungkin Pakai Gaya Balap Ala Philip Island?


Sixth Gear - Masalah ban depan memungkinkan Marquez terpaksa mengelola pacuannya pada balapan seri Valencia nanti dengan pacuan serupa dengan balapan kontroversial di Philip Island bulan lalu. The Baby Alien mengalami masalah ban depan yang overheat dan kemungkinan dia tidak bisa tampil maksimal saat race kecuali solusi berbentuk set-up yang memadai untuk mengatasi masalah tersebut. "Sore ini (6/11) kami hanya jalan selama 3-4 lap dan setelah 4-5 lap, baik ban depan dan belakang overheat. Sebab saya pikir tidak ada yang menduga cuaca Valencia dan nampaknya ban depan ada di sisi yang lunak. Namun kami bekerja untuk mengurangi stress pada ban depan.". ungkap Marquez soal overheating.

Di Philip Island, Marquez mengatasi masalah dengan cara backing-off dan membolehkan ban untuk pulih sebelum mendorong lebih. Saat itu dia menang usai melibas Lorenzo menjelang finish. Namun gara-gara pacuannya yang fluktuatif membuat Rossi menuduh Marquez "main mata" dengan Lorenzo - dimana Marquez membantahnya - dan mengatur adegan mereka saat balapan di Sepang. Mengenai masalah ban depan yang sama dengan Philip Island dan menimbulkan konspirasi saat balapan di Australia, Marquez menjelaskan,"Tahukah anda disini saya sepertinya butuh mengelola ban lagi. Di Philip Island, ban extra-soft sama dengan disini dan ban lunaknya sama dengan yang dipakai di Le Mans, dimana saya bermasalah dengan ban depan. Nampaknya saat memakai ban depan kami lebih bermasalah dibanding Yamaha. Kami mesti mengelola sebaik mungkin sebab kalau memaksa lebih ban akan overheat. Saat ini kami begini namun besok (7/11) saya berharap bisa lebih baik pada geometri, set-up, dan keseimbangan agar bisa tampil maksimal."

Marquez tercepat di sesi pagi dan tercepat kelima pada sore hari. "Ini hari yang positif bagi kami." ujarnya dilansir crash.net.

Minggu, 25 Oktober 2015

Apa Ini Cuma Sandiwara?


Sixth Gear - Balapan MotoGP GP Malaysia yang berlangsung di sirkuit Sepang, Malaysia menyisakan satu cerita terkait insiden antara Valentino Rossi dan Marc Marquez, dimana yang disebut terakhir gagal finish usai terjatuh di lap 7.

Kejadiannya berawal ketika Marquez sengaja membiarkan Jorge Lorenzo mendahuluinya di awal balapan. Kemudian, saat Rossi mendekatinya, the Baby Alien justru sengaja menghambat laju The Doctor agar memberikan keleluasaan kepada Lorenzo untuk membangun gap antara Lorenzo dengannya. Rossi pun meladeni ulah Marquez dengan mengajaknya berduel berebut posisi ketiga. Namun, Rossi dibuat kelabakan oleh gaya balap Marquez yang mencoba menghambat lajunya. Hingga Rossi sempat memperingatkan pebalap Repsol Honda tersebut sebanyak dua kali, pertama dengan isyarat tangan dan kedua dengan mengurangi laju motornya pada entry tikungan 14. Namun Marquez tetap saja ngotot hingga akhirnya Marquez terjatuh di lap 7.

Tuduhan yang sempat dialamatkan kepada Marquez oleh Rossi saat konferensi pers Kamis (22/10) kemarin mungkin benar adanya. Marquez diduga menolong Lorenzo pada seri Philip Island (18/10) agar X-fuera memenangi gelar juara musim ini. Namun, Marquez sendiri sempat berkata kepada motorsport.com bahwa dia tidak akan terlibat dalam duel Rossi vs Lorenzo. (baca: Marquez: Rossi Sebaiknya Fokus ke Lorenzo)

"Dia (Rossi) harus mengalahkannya (Lorenzo) di lintasan dan aku pikir tahun ini dia sangat cepat untuk melakukannya.
Aku tak ingin terlibat dalam pertarungan ini" Marc Marquez, dilansir dari motorsport.com

Apakah Marquez sengaja bersandiwara dalam kejadian ini, berkata kalau ia tak akan ikut dalam duel Rossi vs Lorenzo namun kenyataannya dia malah membiarkan Lorenzo menyalipnya dan menghadang Rossi ditengah-tengah balapan GP Malaysia yang berlangsung siang tadi? Hanya Marquez sendiri yang tahu.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Marquez: Rossi Sebaiknya Fokus ke Lorenzo



Sixth Gear - Marc Marquez telah merespon terkait tuduhan yang dilakukan Valentino Rossi terhadapnya, yaitu sengaja membantu Jorge Lorenzo memenangi gelar juara musim ini. Sang juara bertahan menyebut sebaiknya Rossi fokus untuk mengalahkan rekan setimnya itu.

Rossi mengejutkan seisi paddock MotoGP pada sesi konferensi pers Kamis (22/10) kemarin saat ia menduga Marquez mencoba menolong Lorenzo mengalahkan The Doctor pada balapan di Philip Island minggu kemarin, dimana Marquez menyalip Lorenzo disaat-saat akhir menjelang finish. "Kemarin (22/10) saya rasa dia sedikit mengejutkan kami." ungkap pembalap Repsol Honda tersebut. "Saya mengerti bahwa dia memikirkan kejuaraan dan seilisih 11 poin, tetapi dia mesti berkonsentrasi untuk melawan Lorenzo karena dia adalah lawan yang mesti dikalahkan untuk memenangi kejuaraan. Rossi harus mengalahkannya di lintasan, dan aku pikir ini tahun ini Rossi cukup cepat. Saya tak ingin terlibat dalam pertarungan ini." tambahnya.

Marquez menambahkan saat itu ia tidak belajar cara respeknya terhadap Rossi, namun targetnya di Sepang nanti mungkin melupakan perebutan gelar juara dunia dan fokus untuk memenangi balapan. "Saya selalu respek terhadap Rossi, mengingat saya pikir dia salah satu pembalap terbaik dalam sejarah MotoGP." ujarnya. "Apa yang dia katakan soal dia mengecewakan saya, karena saya berusaha 100%: di Australia saya menang dan mengambil lima poin dari Lorenzo, jadi saya paham apa yang saya katakan. Target saya disini, seperti biasa adalah untuk menang. Jika kemungkinan hanya finis kedua, saya akan menempatinya. Saya akan membalap dengan cara saya karena baik saya dan Pedrosa mustahil memenangi kejuaraan." tambah the Baby Alien.

Dikutip dari motorsport.com

Sabtu, 10 Oktober 2015

Marquez: Itu Menyakitkan, Tapi Masih Lumayan



Sixth Gear - Marquez mengaku puas dengan performanya pada hari pertama GP Jepang Jumat (9/11) kemarin, dimana untuk kali pertama Marquez mengendarai RC-213 V usai operasi. Sang juara bertahan sendiri memerlukan pemasangan plat pada tulang metakarpal kelima pada tangan kirinya usai terjatuh saat mengendarai sepeda gunung.

Baik pada FP1 dan FP2 the Baby Alien finish ke-7 dengan lap time terbaik terpaut 0,761 detik dari Jorge Lorenzo. "Latihan pertama sangat berguna untuk kami untuk mengetahui kondisi tangan kiri saya, dan beradaptasi setepat mungkin dengan gaya saya dan semuanya berjalan lancar. Setidaknya saya masih sanggup mengendarai dan melakukan late braking, itu penting bagiku. Meskipun sakit, namun masih lumayan.", ujarnya dikutip crash.net

Untuk menyasati cederanya, ia menggunakan handlebar grip yang sudah dimodifikasi. "Hari ini (9/11) saya tidak berusaha 100% sebab bila anda stres berlebihan besok (10/10) akan menjadi buruk. Jadi kami akan melihat, Saat ini lebih baik daripada kemarin, namun saya berharap setelah latihan dengan fisioterapis sore kemarin akan sangat membantu." tambahnya.

Saat ditanyai siapa yang akan menjadi juara dunia musim ini, Marquez mengaku hal itu menjadi hal terberat untuk diungkapkan. Semua orang tahu kalau Marquez sendiri adalah penggemar Valentino Rossi, dan ia menilai The Doctor mengalami musim yang menakjubkan dan konsisten, disisi lain ia menilai Lorenzo adalah sosok tercepat saat ini.

Sabtu, 29 Agustus 2015

Marquez Berharap Bisa Berduel dengan Lorenzo pada Balapan GP Inggris


Sixth Gear - Marquez bahagia saat mengakhiri hari pertama rangkaian GP Inggris dengan menjadi tercepat kedua di sesi FP2 dibawah Lorenzo, sekaligus merasa bahwa kondisi motornya saat ini sama persis seperti musim lalu. Pemenang GP Inggris musim lalu ini ingin mengulangi duel lawan Lorenzo seperti musim lalu di Silverstone, kemungkinan duel tersebut dapat terjadi berdasarkan sesi hari Jumat.

Sementara itu sang juara bertahan berharap baik Pedrosa maupun Rossi akan mendekatinya pada sesi Sabtu sore, Marquez memprediksi balapan akan berjalan menarik dengan ia berduel dengan Lorenzo, yang dia lihat sebagai rival terkuatnya saat ini.

"Kami akan melihat namun sepertinya situasinya seperti sekarang" imbuh sang juara bertahan. "Kami akan melihat besok bagaimana dia meningkatkan pace-nya dan tentu kami akan mencoba meningkatkan performa kami. Namun, sepertinya saya dan Jorge (Lorenzo) selangkah di depan. Tetapi kami tak boleh meremehkan Dani (Pedrosa). Kemudian Valentino (Rossi) dia akan menunjukkan performa terbaiknya. Memang dia sedikit tertinggal namun aku pikir Minggu esok balapan akan berjalan menarik. Saat ini Lorenzo akan jadi sosok yang kuat di lintasan"

Sama halnya dengan Lorenzo, Marquez tak mengganti ban belakang pada FP2 namun masih menempati urutan kedua dan puas dengan ritmenya sepanjang sesi Jumat sore.

"Disini rasanya seperti tahun kemarin" ujarnya. "Saat itu kami memiliki masalah yang sama dan tentu kami punya perasaan yang sama seperti tahun kemarin dan mencoba untuk meningkatkan pacuan terutama pada exit corner dimana kami berusaha sekeras mungkin di bagian tersebut. Namun saya merasa nyaman karena ritmenya tidak buruk dan itu titik kelemahan saya atau kami di Brno. Saat itu ban aus lebih cepat dan saya berusaha semaksimal mungkin saat itu dan kelihatannya disini ketika ban mulai aus saya masih bisa menjaga ritme sebaik mungkin"

Mengenai masalah pada exit corner, ia mengakui ada bump pada tikungan 8 dan 14. "Sepertinya motor kami bergerak terlalu banyak dengan bump dan kami berusaha untuk meredam bump agar lebih baik. Di entry tikungan 8 sangat bumpy dan braking point tikungan 14 terlalu bumpy. Tak apa, aku berpikir buruk. Di seksi pertama chicane juga terlalu bumpy, namun tidak buruk" tambahnya.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Marquez: Lorenzo Kuat tapi Kami Sudah Dekat



Marc Marquez mengakui performa mengejutkan dari Jorge Lorenzo kemarin (7/9) tapi merasa ia dan Repsol Honda berada di jalur kemenangan setelah ia selesai MotoGP FP2  di urutan kedua secara keseluruhan di Indianapolis. Juara bertahan tampak kuat sepanjang hari, posting waktu tercepat 1m 32.863s di kesempatan terakhirnya, yang juga termasuk tiga lap lainnya di 1m 33s. 

Berbicara pada penutupan tindakan Jumat, Marquez yakin dia adalah 'sepersepuluh jauh' dari Lorenzo dalam hal kecepatan race tapi masih merasa dia memiliki marjin untuk memperbaiki waktu itu. "Ritme Lorenzo benar-benar kuat, tapi kami sudah dekat. Sepertinya kita masih sepersepuluh dari dia tapi saya pikir ada margin untuk meningkatkan. Namun saya yakin dia dapat meningkatkan juga dan karena ini kita harus bekerja 100 persen." 

Kedua orang Spanyol tersebut adalah pembalap yang mencatatkan waktu di kisaran 1 menit 32 detik sepanjang hari. Lorenzo menjelang akhir sesi yang hanya tiga seperseribu detik lebih cepat, keduanya diikat setelah pengaturan waktu yang sama. Itu, Marquez percaya, indikator seberapa dekat kesamaan antara mereka. "Saya melihat bahwa setelah dan saya melihat setelah lap bahwa kami telah mengatur waktu yang sama dan ini menunjukkan bahwa kita adalah hampir sama tapi saya pikir dalam hal ritme dia hanya sedikit lebih cepat. Kami akan terus bekerja untuk mencoba dan mendapatkan lebih dekat. "Sekarang saya lebih suka balapan seperti Jerman tetapi dengan Jorge dia seorang pembalap yang selalu memberikan segalanya. Ini menarik untuk melawan erat dan lebih ketika Anda berjuang untuk gelar, tapi kami akan mencoba untuk berada di sana. Meskipun terlalu dini karena Dani agak jauh dari segi waktu tetapi ritme nya tidak buruk dan saya pikir Valentino akan lebih dekat. " 

Ditanya apakah ia merasa lebih kuat sekitar 2,5 mil di Indianapolis Motor Speedway daripada dirinya setahun yang lalu, Marquez menunjuk keluar dari tikungan sebagai daerah dimana ia dan timnya harus mengatasi sesi pada Sabtu (8/9)."Saat ini saya merasa lebih buruk di beberapa daerah dan lebih baik pada orang lain. Di pintu keluar tikungan saya merasa sedikit lebih baik dan dalam entri mungkin sesuatu yang lebih buruk tapi kali ini sangat mirip dengan tahun lalu. Yang penting adalah bahwa kita berada di sana dan kami pikir kami memiliki margin untuk meningkatkan. Kami dekat dengan Jorge. "Di atas semua [kita perlu meningkatkan] dalam entri tikungan. Di sinilah kita akan bekerja besok dan itu di mana kita paling menderita karena besok grip akan menjadi sedikit lebih. Sekarang saya sedang bekerja keras. Tahun lalu kami memiliki masalah ini sedikit tapi itu tidak berlebihan. Sekarang kita sedang berupaya untuk bisa masuk tanpa mendapatkan sepeda melintasi up. Saya pikir Anda dapat bekerja pada set up tapi pada akhirnya masalah ini sulit untuk menjelaskan. "

Dikutip dari crash.net dengan alih bahasa dan penyuntingan oleh Adi_Hoet.

Minggu, 12 Juli 2015

Marquez: Saya Mencoba Untuk Lebih Baik Daripada Balapan di Assen

                                                                           
Marc Marquez mengatakan pertunjukan tikungan terakhir di Sachsenring, Minggu akan 'menarik' di bandingkan senggolan kontroversial dengan Valentino Rossi terakhir kali di Assen.

Pembalap Repsol Honda, yang memecahkan rekor pole MotoGP 2014 itu dengan setengah detik dalam upayanya menang tiga kali beruntun di Jerman, finish kedua pada TT Assen usai berduel melawan Rossi secara head-to-head.

Belokan terakhir di Sachsenring juga memiliki potensi untuk menghasilkan skenario lap yang mendebarkan - saat itu Rossi kalah dari Sete Gibernau pada tahun 2003 - tapi Marquez mengatakan ia akan siap menghadapi situasi yang sama.

"Itu mungkin untuk membuat jalur yang berbeda dan itu adalah tikungan terakhir yang mungkin telah memiliki lap akhir yang baik," kata juara dunia.

"Jika kita datang bersama-sama dengan seseorang tentunya menarik tapi kami akan melihat - saya akan mencoba untuk mengelola lebih baik yang Assen!"

Marquez unggul hampir 0,3 detik di depan rekan setimnya Dani Pedrosa untuk menyelesaikan Honda satu-dua dan mengejar kemenangan keenam di Sachsenring di semua kelas, di mana RC213V telah memiliki keunggulan atas Yamaha di musim terakhir.

"Selama akhir pekan ini saya merasa sangat nyaman dengan motor dan sepertinya perasaan itu datang kembali, tapi masih kita harus bekerja karena kita memiliki beberapa masalah," katanya.

"Di sini, kita dapat menghindari masalah ini tapi karena Assen dua minggu yang lalu saya merasa nyaman. Kita harus jujur ​​karena di sini untuk riding style-saya dan  Honda, ini adalah sirkuit yang baik.

"Kami ingin menggunakan potensi ini dan kami memiliki ritme yang baik, tetapi hal yang paling penting besok adalah balapan, di mana kita memiliki poin," tambahnya.

"Kita harus kuat selama 30 lap karena akan menjadi balapan yang sulit dan Jorge [Lorenzo], Dani [Pedrosa] dan juga Valentino memiliki ritme yang baik.

"Dalam bebrapa tikungan kita memiliki masalah, di sini hanya dua tikungan, yaitu di tikungan 8 dan tikungan 12 tapi masih kita perlu improvisasi disini namun sepertinya masalah sudah berkurang."

Start dari baris depan sangat penting di sirkuit Jerman, di mana peluang menyalip terbatas dan Marquez juga menekankan pentingnya manajemen ban selama 30-lap.

"Targetnya adalah untuk memulai di barisan depan karena di sini juga sulit untuk menyalip, tapi akan menjadi balapan yang sulit. Kami akan mencoba untuk bekerja dengan ban dari awal karena lomba benar-benar panjang dan kemudian mencoba untuk mengelola ban sampai akhir, yang akan menjadi penting, "kata Marquez.

"Ini sirkuit khusus tetapi juga trek menarik karena tikungan kiri yang panjang. Mereka benar-benar bagus dan saya menikmatinya banyak karena Anda selalu berputar di tikungan kiri ini.

"Saya menikmati akhir pekan ini dan saya akan mencoba untuk menikmati besok karena saya pikir kami bisa bertarung untuk kemenangan."

Ditanya apa yang bisa mengalahkan dia Minggu, Marquez menjawab: "Semuanya. Tentu saja jika Anda mengajukan pertanyaan ini tahun lalu saya akan mengatakan saya tidak tahu. Saya memiliki kecepatan yang baik, saya merasa baik dengan motor, kami melakukan posisi pole dan kami memiliki ritme yang baik.

"Assen adalah lebih baik, tapi saya ingin menunggu, saya ingin menjadi tenang dan mencoba untuk meningkatkan pacuan ini. Di sini saya sepertinya saya memilikinya tapi di race lain saya tidak punya.

"Saya merasa kuat tapi di sini saya ingin memperhatikan semuanya," tambahnya.

"Semua orang mengeluh tentang grip tapi kami lebih cepat dari tahun lalu. Ini adalah perasaan yang aneh karena belakang meluncur tapi masih bisa mengendarai dengan baik. Saya pikir itu baik tapi kita berada di batas dan berusaha keras. "

Juara dunia dua kali tersebut sejauh ini baru menang sekali, tepatnya pada seri ke-2 di COTA, Austin, Texas.

Dikutip dari crash.net, dengan alih bahasa dan penyuntingan oleh Adi_Hoet

Minggu, 24 Mei 2015

(Off-Track) Oh Ternyata...

Salah satu cuplikan Q&A dengan Alexander Rossi pada 20 Mei kemarin.

Melalui akun Twitter resmi GP2 Series, @GP2_Official, sesi Q&A dengan Alexander Rossi berlangsung pada 20 Mei 2015 kemarin. Nah, salah satu pengguna Twitter dengan akun @SyifaMaulani7 menanyakan ke pembalap asal Amerika Serikat tersebut apakah ia menggemari MotoGP.

Dan, pembalap yang kini memperkuat tim Racing Engineering tersebut mengidolai rider asal Spanyol, Marc Marquez. Selain mengaku sebagai penggemar juara dunia MotoGP 2 kali tersebut, mantan rekan satu tim Rio Haryanto semasa di EQ8 Caterham Racing tersebut juga mengaku bertemu dengan Loris Baz saat gelaran MotoGP berlangsung di Jerez awal Mei kemarin.

Sayang saya tidak punya foto saat Alexander Rossi bertemu dengan Loris Baz...